Cahyokrisma's Blog

Belajar terus

Alat Ukur Kelistrikan dan Penggunaan Multimeter sebagai Alat Ukur Tegangan

15 Komentar

Pertemuan : 3 (4×45 menit)

MACAM-MACAM ALAT UKUR KELISTRIKAN

Dalam pengukuran kelistrikan ada beberapa alat ukur yang kita gunakan. Untuk itu alat ukur dipilah-pilah sesuai dengan fungsinya.

  • Amperemeter, adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran arus, baik arus AC ataupun arus DC. alat ukur ini biasanya dipasang secara seri terhadap rangkaian/komponen yang akan diukur

Gambar Amperemeter diambil dari http://info.g-excess.com

Gambar cara penggunaan Amperemeter

  • Voltmeter, adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran tegangan baik tegangan AC atau tegangan DC. Alat ukur ini biasanya dipasang secara pararel terhadap rangkaian/komponen yang akan diukur.

Gambar Voltmeter AC/DC, diambil dari http://www.utopiasilver.com

Gambar cara penggunaan Voltmeter

  • Wattmeter, adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran daya. Sebenarnya alat ukur ini merupakan perpaduan dari dua alat ukur yaitu : voltmeter dan Amperemeter.

Gambar Wattmeter diambil dari http://pressebo.com

Cara menggunakan wattmeter

  • Ohmmeter, adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran tahanan sebuah komponen atau rangkaian atau resistor. alat ukur ini dipasang secara pararel terhadap rangkaian/komponen yang akan diukur tahanannya

Gambar Ohmmeter diambil dari http://4.bp.blogspot.com

Gambar cara penggunaan Ohmmeter

Tetapi pada umumnya kebanyakan para teknisi elektro, kelistrikan atau komputer lebih senang menggunakan alat ukur yang dinamakan Multimeter/Multitester karena alat ukur ini memiliki sifat multifungsional, dikarenakan dalam satu alat ukur bisa dikunakan sebagai Voltmeter, Amperemeter, dan Ohmmeter.

Gambar Multimeter

PENGGUNAAN MULTIMETER UNTUK MENGUKUR TEGANGAN

Sebelumnya marilah kita mengenal terlebih dahulu bagian-bagian dari Multimeter analog di atas melalui gambar di bawah ini :

Bagian-bagian Multimeter

Keselamatan kerja

Dalam menggunakan multimeter sebagai pengukur tegangan kita harus memperhatikan manual book masing masing multimeter, yang dapat diringkas sebagai berikut :

  • Pasanglah probe sesuai dengan kedudukannya. Probe berwarna merah dicolokkan pada terminal  (+), dan probe berwarna hitam dicolokkan pada terminal com (-). Ada beberapa multimeter yang memiliki probe include dengan multimeternya sehingga tidak perlu susah-susah memasang.
  • Jenis tegangan. Sebelum melakukan pengukuran kita harus mengetahui jenis tegangan apa yang akan kita ukur, apakah tegangan AC (alternating current) atau tegangan DC (direct current). Dengan mengetahui jenis tegangannya kita dapat menentukan penempatan selector pada bagian AC atau DC. Jika tegangan yang akan kita ukur adalah tegangan AC arahkan selektor pada bagian AC. Jika tegangan yang akan kita ukur adalah tegangan DC maka arahkanlah selektor pada bagian DC. Jika kita belum mengetahui jenis tegangannya, supaya aman dalam pengukuran hendaknya arahkan selektor pada bagian AC (karena tegangan DC sebenarnya bagian dari tegangan DC).

Memilih selektor pada tegangan AC/DC

  • Besar Tegangan. Sebelum melakukan pengukuran tegangan hendaknya kita sudah mengetahui berapa besar tegangan yang akan diukur, untuk memudahkan penentuan Batas Ukur. Pemilihan batas ukur yang tepat hendaknya harus lebih tinggi dari tegangan yang diukur (setiap multimeter yang berbeda merk biasanya berbeda nilai batas ukurnya, sehingga kita harus menyesuaikan). Misal : kita akan melakukan pengukuran tegangan PLN, diketahui bahwa jenis tegangan-nya adalah AC dan besar  tegangan adalah 220 VAC, maka batas ukur yang harus dipilih (jika menggunakan multimeter di atas) adalah 250 atau 1000. Jika kita belum mengetahui tegangan yang akan diukur, pilihlah batas ukur yang paling tinggi.

Batas Ukur untuk mengukur tegangan PLN

Batas Ukur jika kita belum tahu besar tegangan

  • Perhatikan saat melakukan pengukuran, jangan sampai ujung probe merah dan hitam saling bersentuhan, karena akan menyebabkan korsleting, dan akan merusak multimeter.
  • Pembacaan jarum penunjuk harus tegak lurus. Pada saat melihat jarum penunjuk jangan sampai bayangan jarum terlihat (untuk beberapa multimeter biasanya disediakan cermin/kaca/mirror di antara skala), jika masih terlihat bayangan jarum maka hasil penunjukan jarum kurang presisi (tepat).

  • Gunakan alas kaki yang terbuat dari bahan isolator (sandal, sepatu, keset, gelang anti static (Anti-static Wrist Strap/Anti-static Wrist Band), sebagai pengaman jika terjadi kejutan listrik (kesetruuum). Hindari penggunaan karpet sebagai isolator.

Rumus :

dimana :

VAC = Tegangan

BU    = Batas Ukur

SM   = Skala maksimum yang dipakai

JP    = Jarum Penunjuk

STUDI KASUS : MENGUKUR TEGANGAN AC

Kita akan melakukan pengukuran tegangan PLN, diketahui tegangan PLN secara teori adalah 220VAC, maka langkah kerja-nya adalah

  1. Masukkan probe merah pada terminal  (+), dan probe hitam pada terminal com (-).

    Mencolokkan probe sesuai dengan tempatnya

    Mencolokkan probe sesuai dengan tempatnya

  2. Menentukan Batas Ukur pengukuran. Karena tegangan PLN secara teori adalah 220VAC maka kita arahkan selektor pada bagian VAC dengan Batas Ukur 250 atau 1000 (ingat Batas Ukur dipilih lebih besar dari pada tegangan yang akan diukur). Untuk pembahasan kita kali ini kita akan menggunakan Batas Ukur 250
  3. Karena ini pengukuran AC, maka posisi penempatan probe bisa bolak-balik.
  4. Colokkan kedua probe multimeter masing-masing pada lubang PLN (karena yang diukur tegangan AC, tidak usah kuatir kalau terbalik).

    Mengukur VAC PLN dengan BU = 250

  5. Baca dan Perhatikan hasil penunjukan jarum penunjuk.

Cara Membaca Jarum Penunjuk

Pilihlah SM (Skala Maksimum) yang akan digunakan, pada gambar multimeter di bawah ini ada 3 pilihan SM (Skala Maksimum) yaitu : 10, 50, 250

Jika kita memilih SM (Skala Maksimum) = 250, maka skala yang dipakai adalah :

Sekarang tinggal membaca jarum penunjuk. Dari gambar di atas mari kita cuplik pada bagian jarum penunjuk, seperti digambarkan di bawah ini :
Dari gambar di atas diketahui bahwa diantara 200-250 terdapat 10 strip, sehingga besar setiap strip (kita anggap simbol bobot setiap strip = S):

Karena bobot setiap strip = 5 maka dari cuplikan jarum penunjukan di atas dapat digambarkan kembali :

Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa JP (Jarum Penunjukan) =220. Sekarang kita tinggal memasukkan dalam rumus.

SELESAI

jika ada pertanyaan silahkan posting melalui komentar

Penulis: cahyokrisma

Saya seorang guru di sekolah Swasta di SMK Kristen 5 Klaten. Saya memiliki seorang istri dengan nama Natalie Putri dan seorang anak dengan nama Nucleo Dian Nagari Putro Nugroho. Saya tinggal di di sebuah kota di daerah Jawa Tengah tepatnya di daerah Klaten dengan alamat Perum Griya Husada Permai Blok D3, RW 10 RT 01, Kec. Klaten Selatan, Kab. Klaten, 57424

15 thoughts on “Alat Ukur Kelistrikan dan Penggunaan Multimeter sebagai Alat Ukur Tegangan

  1. mau nya cara mengukur tegangan pada powersuplay atx???
    kompute sya jdi tidak jalan sama sekali,,,,,,,,,,,

    Suka

    • ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan pengukuran tegangan power supply yaitu :
      Lepas main connector power supply dari mainboard, kemudian koneksikan kabel warna abu-abu dan hijau, setelah itu hubungkan power supply dengan tegangan PLN.

      Tegangan keluaran pada power supply adalah tegangan DC, jadi pada saat pengukuran arah selector pada multimeter harus diarahkan pada tegangan DC. Kemudian perhatikan warna dari kabel main connector, yang paling utama dalam pengecekan power supply adalah kabel berwarna kuning=12v, merah=5v, dan orange=3,3v. Pada saat mengukur tegangan dari kabel berwarna kuning pastikan batas ukur dari multimeter harus lebih besar dari 12v, misal batas ukur yang lebih besar dari 12v yang tersedia pada multimeter adalah 50, maka arahkan selektor multimeter mada batas ukur 50v, begitu juga saat melakukan pengukuran kabel berwarna merah dan orange, kita bisa menggunakan batas ukur diatas tegangan yaitu 10v (tergantung pada batas ukur multimeter).

      Colokkan probe pada multimeter yang berwarna hitam sebagai ground pada kabel berwarna hitam pada kabel main connector, dan probe berwarna merah pada multimeter pada kabel main connector yang akan diukur tegangannya

      Perhatikan hasil pengukuran, pastikan bahwa tegangan yang ditunjukkan adalah ±5% dari tegangan normal sebagai toleransinya, misalnya untuk tegangan 12v, maka tegangan yang diperbolehkan diantara rentang 11,4v-12,6v. Jika tidak berada pada rentang itu, maka power supply anda sudah tidak stabil/bermasalah, jika prosentasenya melebihi dari ±10%, maka dapat dipastikan bahwa power supply anda sudah rusak. Lakukan pengukuran dan toleransi yang sama untuk pengukuran tegangan kabel berwarna merah dan orange

      Suka

    • Lepas dulu power supply dari body/chasing kemudian colokkan kabel power supply pada tegangan PLN (ingat gunakan pengaman alas kaki yang terbuat dari bahan isolator (misal sandal, keset, gelang anti statik) untuk berjaga-jaga dari bahaya kejutan listrik, kemudian cari kabel power on pada power supply yaitu kabel abu2 dan hijau. Dengan menggunakan potongan 1 kabel kecil kira-kira panjang 5 cm, short-kan kedua kabel tersebut dengan memasukkan kabel pada lubang main connector warna hijau dan abu-abu. Jika power supply masih dapat bekerja maka fan power supply akan menyala (bukan tolok ukur karena jika fan-nya rusak makan fan pun akan mati meskipun power supply sebenarnya hidup). Untuk memastikan gunakan multimeter untuk mengukur tegangan output masing masing kabel (kuning, merah,biru dan orange).

      Suka

  2. Ping-balik: Pendidikan elektronika analog & digital « fajarkris

  3. mas, mau tanya kalau mau cari alat ukur tegangan jarum akupunktur pada terapy tusuk jarum , yaitu mengukur biovoltage, di mana cari alatnya, dan bagaimana metode pengukurannya ????

    Dari yudha herlambang
    081952657071

    ngumarsb@indosat.net.id
    bandiagung@yahoo.com

    terimakasi atas babntuan infoprmasinya

    Suka

    • Waduh maaf, saya belum pernah tahu alat itu. sebenarnya prinsip kerjanya hanya mengalirkan arus dengan tegangan tertentu. Yang jelas arus yang dikonsumsi tidak lebih dari 3mA. karena jika arus yang memasukki tubuh manusia melebihi itu, akan buruk bagi kesehatan. Meskipun arus yang masuk kecil tetapi dikenai tegangan yang besar akan sangat berbahaya. Contoh analogi untuk memudahkan gambaran, jika diumpamakan arus itu air dialirkan dengan tegangan (yang diumpamakan tekanan) yang besar, meskipun airnya sedikit, maka jika terkena permukaan kulit akan sobek.

      Suka

  4. ty infonya

    Suka

  5. Mas, watt meter itu apa di jual di pasaran?
    saya cari-cari di toko elektro kok sulit sekali.

    Suka

    • Sebenarnya masih ada, tapi memang agak sulit. soalnya biasanya wattmetter hanya dipasang pada panel-panel listrik. Sedangkan untuk kebutuhan pengukuran biasanya hanya menggunakan tang meter atau multimeter dg kemampuan pengukuran arus yang besar

      Suka

  6. Ping-balik: MENERAPKAN TEKNIK ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL DASAR | etacuahrpl

  7. Ping-balik: | WE BELIVE WE CAN

  8. Ping-balik: macam-macam alat ukur kelistrikan | La Tahzan..!

  9. Bagus kang .. Saya jai nambah ilmu

    Suka

  10. Bagus kang .. Saya jadi nambah ilmu

    Suka

Terima Kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s