Cahyokrisma's Blog

Belajar terus

PROTOKOL TCP/IP

Tinggalkan komentar

PROTOKOL

Ada begitu banyak jenis protokol, contohnya : TCP, FTP, UDP, TCP/IP. DHCP, HTTP(S), DNS, ARP, SIP (VoIP), RTP (VoIP), SSH, POP3, NTP, IMAP4, Telnet, SMTP, SNMP2/3. ICMP, IGMP, TLS. Berdasarkan teori protokol jaringan adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi keduanya. Dalam sebuah jaringan komputer, komunikasi data (mengirim dan menerima data) terkadang dibuat oleh pengembang/vendor dengan sistem (hardware dan software) yang berbeda, misalkan menurut catatan yang dilansir http://www.dmoz.org untuk komponen ethernet di dunia ada sekitar 49 vendor dan komponen kabel ada sekitar 172 vendor, dll.  Padahal untuk menjamin terjadinya komunikasi dalam jaringan yang melibatkan dua atau lebih hardware yang dibuat oleh pengembang hardware yang berbeda, dibutuhkan sebuah pengertian dari masing-masing vendor/pengembang untuk mematuhi aturan-aturan atau standar pembuatan komponen komunikasi. Aturan-aturan inilah yang disebut sebagai Protokol. Aturan-aturan ini biasanya mencakup pedoman yang mengatur karakteristik  tentang metode akses yang diijinkan topologi fisik, tipe kabel, dan kecepatan transfer data.
Dalam sebuah komunikasi data, ada beberapa aturan-aturan/protokol  umum yang harus digunakan oleh pengembang/vendor dalam pembuatan komponen komunikasi data yaitu :
Protocol Cable Speed Topology
Ethernet Twisted Pair, Coaxial, Fiber 10 Mbps Linear Bus, Star, Tree
Fast Ethernet Twisted Pair, Fiber 100 Mbps Star
LocalTalk Twisted Pair .23 Mbps Linear Bus or Star
Token Ring Twisted Pair 4 Mbps – 16 Mbps Star-Wired Ring
FDDI Fiber 100 Mbps Dual ring
ATM Twisted Pair, Fiber 155-2488 Mbps Linear Bus, Star, Tree

Tetapi sekarang banyak protokol yang peruntukannya tidak hanya mengatur masalah pembuatan komponen komunikasi data, bahkan ada beberapa protokol yang dibuat, digunakan untuk mengatur vendor/pengembang Sistem Operasi.

Ada beberapa badan organisasi dunia yang telah membuat konvensi aturan/protokol komunikasi data dalam jaringan komputer diantaranya :

  1. IEEE yang mengembangkan standar IEEE 802 LAN / MAN yang mencakup standar IEEE 802.3 Ethernet dan standar IEEE 802.11 Wireless Networking, yang salah satunya mengembangkan model referensi TCP/IP
  2. IETF (Internet Engineering Task Force) yang bertugas untuk mempelajari masalah-masalah teknik yang terjadi dalam jaringan komputer dan Internet, dan kemudian mengusulkan solusi dari masalah tersebut kepada IAB (Internet Architecture Board). IETF merupakan pihak yang mempublikasikan spesifikasi yang membuat standar protokol TCP/IP
  3. ISO (Ineternational Organization fir Standardization) yang mengembangkan model referensi OSI (Open System Interconnection)
  4. ITU-T (International Telocommunication Union) yang menangani dan mengembangkan protokol telekomunikasi dan PSTN (Public Switched Telephone Network)
  5. NMEA

TCP/IP (TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL/INTERNET PROTOCOL)

TCP/IP adalah salah satu model network  protokol yang dikeluarkan oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers), yang membahas persetujuan tentang bagaimana komunikasi diproses antara 2 titik/node. TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.  Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Akan saya jelaskan konsep tentang bagaimana terjadinya komunikasi data melalui protokol TCP/IP yang terjadi pada dua perangkat dalam sebuah jaringan yang sama (jaringan lokal). Gambar di bawah akan ada modifikasi jika komunikasi terjadi antar jaringan yang berbeda. Perhatikan gambar di bawah ini.

Komunikasi data jaringan lokal melalui protokol TCP/IP

Komunikasi data jaringan lokal melalui protokol TCP/IP

Dari gambar di atas, sebelah kiri adalah PC 1 yang terkoneksi dengan PC 2 dalam sebuah jaringan lokal. Pada saat PC 1 berkomunikasi dengan PC 2, maka akan terjadi aliran informasi pada kedua PC tersebut. Saya akan menjelaskan bagaimana informasi itu dikirim dari PC 1 ke PC 2.

Pada saat PC 1 mengirimkan informasi ke PC 2, informasi akan dipaket menggunakan truk ip. Truk ip memiliki batasan daya tampung informasi, sehingga informasi yang dikirimkan oleh PC 1 bisa jadi diangkut oleh beberapa truk ip. Setiap truk ip yang mengangkut informasi harus diberi label/tanda pada setiap layer TCP/IP.

  1. Pada saat truk ip melewati layer aplikasi, maka truk ip akan diberi label tentang aplikasi apa saja yang bisa digunakan untuk mengakses informasi pada saat informasi sampai di tempat tujuan. Pilihan aplikasi bisa meliputi FTP, BOOTP, TFTP, DNS, HTTP/HTTPS, TLS/SSL, VoiP, SSH, POP3, IMAP, NTP, Telnet, SMTP, SNMP.
  2. Pada saat truk ip melewati layer transport, truk ip akan diberi label perangkat protokol apa saja yang bisa digunakan untuk membongkar muat informasi saat informasi sampai di tempat tujuan. Hal ini disebabkan informasi yang dikirimkan bisa berupa informasi yang membutuhkan keakuratan data dan data yang bersifat tidak membutuhkan keakuratan data. Pada layer ini,  ada 2 buah label yaitu :
    1. TCP (transfer control protocol). Protokol ini sangat memperhatikan kualitas data yang dikirimkan atau yang diterima. Jika data yang diterima oleh PC 2 tidak bisa dibaca atau tidak bisa diakses, maka PC 2 akan meminta PC 1 untuk melakukan pengiriman ulang data yang tidak bisa diakses tersebut. Oleh karena itu bentuk komunikasi data menggunakan protokol TCP bersifat  “connection oriented“. SEQUENCE GIF
    2. UDP (User Datagram Protokol). Berbeda dengan protokol TCP, koneksi menggunakan UDP bersifat “connectionless“. Contoh data yang dilayani oleh protocol TCP adalah suara dan video. Contoh saat kita melakukan komunikasi suara melalui jaringan, maka suara yang dikirimkan tidak akan dikirimkan ulang hanya karena kualitas suara jelek.
  3. Pada saat truk ip melewati layer internet, truk ip akan diberi label tentang metode pengalamatan apa yang akan digunakan pada setiap perangkat jaringan. Metode pengalamatan ini ada 2 yaitu :
    • Metode pengalamatan IP versi 4 (IPV4). IPV4 menggunakan mode pengalamatan 32 bit (4 byte). Jadi alamat yang disediakan adalah sejumlah 232 = 4.294.967.296 alamat. Cara pengalamatannya dikenal dengan “Dot Decimal Notation”. Sebagai contoh pengalamatannya adalahPengalamatan IPV4
    • Metode pengalamatan IP versi 6 (IPV6). Mode pengalamatan ini disebut sebagai mode pengalamatan pembaharuan untuk IPV4 dalam hal proses routing, security, dan lebih efisien. IPV6 menggunakan mode pengalamatan 128 bit. Jadi alamat yang disediakan adalah sejumlah 2128 = 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.4560 alamat. Sebagai contoh pengalamatannya adalah
      pengalamatan ipv6
  4. Pada saat truk ip melewati layer link, truk ip akan diberi label yang berisi alamat ip sumber dan alamat ip tujuan, serta proses pemetaan alamat ip ke alamat fisik (MAC address) menggunakan protokol ARP (Address Resolution Protocol). Pada lapisan Link ini, dipastikan bahwa komunikasi dapat terjadi antar satu perangkat dengan perangkat lain dalam sebuah jaringan. Protokol utama pada lapisan ini disebut dengan ARP (Address Resolution Protocol). Saat pertama kali terjadi komunikasi dalam jaringan, sebuah jaringan memiliki cara untuk berkomunikasi, dan dalam dunia internet, komunikasi dalam jaringan terjadi antara alamat fisik (MAC Address) dan bukan dari alamat ip. Semua perangkat jaringan pasti memiliki Mac Address yang unik (tidak sama antara satu dengan yang lain di seluruh dunia) dan berada di dalam perangkat kartu jaringan. Di dalam sebuah jaringan lokal, identitas setiap perangkat jaringan menggunakan alamat ip, tetapi alamat ip ini tidak akan berfungsi jika komunikasi yang terjadi adalah komunikasi antara dua atau lebih jaringan yang berbeda, karena dimungkinkan terdapat alamat ip yang sama pada jaringan yang berbeda.Untuk memudahkan penggambarannya saya akan mengambil contoh, ada dua RT yang berbeda yaitu RT 01 dan RT 02. Di RT 01, untuk memberi identitas setiap rumah maka dibuatlah penomoran rumah yang dimulai dari nomor 01, 02, 03, dst. Begitu juga untuk RT 02, untuk memberi identitas setiap rumah juga dilakukan penomoran rumah yang dimulai dari nomor 01, 02, 03, dst. Dari contoh penggambaran di atas, RT 01 ada rumah dengan nomor 1 dan di RT 02 juga ada rumah dengan nomor 1. Untuk membedakan identitas kedua rumah yang memiliki nomor sama itu adalah dengan adanya nomor RT. Nomor rumah dalam jaringan komputer dapat diumpamakan sebagai ip address, sedangkan nomor RT dapat diumpamakan sebagai MAC Address. Protokol yang digunakan membedakan nomor rumah yang sama dengan RT yang berbeda itulah yang disebut sebagai ARP (Address Resolution Protocol).Untuk melihat tabel arp pada komputer kita, kita bisa mengetikkan perintah “arp -a” pada jendela command.

    Perintah untuk melihat Mac address komputer kita

    Perintah untuk melihat Mac address komputer kita

ALAMAT IP/IP ADDRESS

IP address dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

  1. Network Part yang mengindikasikan jaringan dimana mesin (ethernet/PC) terkoneksi
  2. Host Part yang mengindikasikan (ethernet/PC) tertentu yang pada jaringan

IP Address Class (diambil dari Buku Praktical TCP/IP jilid 1)

TCP/IP dibagi menjadi address class untuk memudahkan pembagian network part dan host part. IP Address dibagi menjadi lima class yaitu :

Class IP Range IP Net Part Jml Net Host Part Jml Host/net
A 0.0.0.0-127.255.255.255 1+7 bit 27 = 128 24bit 224 = 16777216
B 128.0.0.0-191.255.255.255 2+14 214 = 16384 16 bit 216 = 65536
C 192.0.0.0-223.225.255.255 3+21 bit 221 = 2097152 8 bit 28 = 256
D 224.0.0.0-239.255.255.255 sebagai multicast
E 240.0.0.0-254.255.255.254 IP address cadangan

Dari gambar dan tabel diatas, misal class A untuk network part hanya memiliki 7 bit, dikarenakan bit 0 di depannya digunakan sebagai identitas class, begitu juga untuk class B memiliki 2 bit identitas, class C 3 bit identitas, class D memiliki 4 bit penanda identitas, dan class E memiliki 5 bit identitas.

LATIHAN SOAL

  1. Apakah pengertian dari protokol jaringan ?
  2. Gambarkan isi dari layer protokol TCP/IP
  3. Berapakah jumlah IP address total untuk jaringan class C
  4. Apakah fungsi dari Multicast ?
  5. Berapa jumlah bit untuk IP address versi IPV6 ?

Penulis: cahyokrisma

Saya seorang guru di sekolah Swasta di SMK Kristen 5 Klaten. Saya memiliki seorang istri dengan nama Natalie Putri dan seorang anak dengan nama Nucleo Dian Nagari Putro Nugroho. Saya tinggal di di sebuah kota di daerah Jawa Tengah tepatnya di daerah Klaten dengan alamat Perum Griya Husada Permai Blok D3, RW 10 RT 01, Kec. Klaten Selatan, Kab. Klaten, 57424

Terima Kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s