Cahyokrisma's Blog

Belajar terus

Sumber : http://us.123rf.com/450wm/smithore/smithore0911/smithore091100077/5986972-woman-wearing-face-paint-very-upset-with-computer.jpg

Menjelaskan langkah perbaikan PC yang bermasalah

3 Komentar

Dalam melaksanakan langkah-langkah perbaikan PC ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Metode pendataan spesifikasi periferal yang akan diperbaiki
  2. Panduan mendiagnosis dan melokalisir permasalahan/kerusakan dengan 6 langkah utama troubleshooting PC
  3. Penetapan prosedur, metode dan alat bantu (tools kit) troubleshooting PC,  melalui gejala yang muncul

 
Metode Pendataan spesifikasi periferal yang akan diperbaiki

Ada 6 tahap utama dalam troubleshooting  pada PC yang bermasalah, yaitu :

  1. Gather data from customer. Meliputi a) mengumpulkan data dari konsumen b) jika komputer tidak bisa melakukan boot/cold boot maka yang perlu ditanyakan kepada konsumen adalah : Kapan terakhir komputer bekerja?, Apakah ada perubahan yang dilakukan pada sistem, sebelumnya?, Apakah sudah pernah dilakukan maintenance sebelumnya?, Apakah led indikator atau fan komputer bekerja?
  2. Verify the obvious issues.
  3. Try quick solutions first. Berdasarkan langkah 2 dan langkah 3, Untuk memeriksa PC dengan cepat, Anda harus memastikan bahwa komputer sudah dihidupkan dan dicolokkan pada stop kontak AC PLN. Pastikan bawah komputer sudah terlindungi oleh perangkat penyetabil tegangan dan protektor arus berlebih, misal dengan menggunakan Stabilizer. Nyalakan komputer dan pastikan bahwa PC, benar-benar dalam keadaan rusak atau tidak.
  4. Gather data from the computer. Mengumpulkan data spesifikasi dari komputer yang bermasalah.
  5. Evaluate the problem and implement the solution. Diagnosis permasalah atau kerusakan, untuk menetapkan solusi perbaikan yang terbaik.
  6. Close with the customer. Jika komputer sudah dalam keadaan baik, pastikan bahwa konsumen menyakini komputer sudah normal dengan mencoba komputer tersebut, sebelum PC hasil perbaikan diserahkan kepada konsumen

 
LANGKAH 1. Melakukan perawatan PC

Tahap ini adalah tahap pertama yang harus dilakukan seorang teknisi sebelum kita melakukan perbaikan PC. Melakukan perawatan PC meliputi :

  1. Melepas semua komponen PC. Melepas semua komponen PC ini berlaku baik untuk PC yang rusak ringan ataupun rusak berat. Hal ini sering menjadi pertanyaan khususnya siswa saya.
     

    Pertanyaan
    Misalkan sudah diketahui yang rusak memorinya, kenapa kita harus membongkar semua ? bukannya langsung ganti saja tanpa harus mengeluarkan Motherboard dari chase ?”
    Jawab
    Inti dari perawatan PC adalah proses membersihkan semua komponen PC dalam chase dari kotoran khususnya debu
    Catatan
    Ada 2 penyebab utama kerusakan PC, yaitu debu dan listrik yang tidak stabil

     
    Jadi pada langkah ini, yang dilakukan adalah melepas semua komponen PC, tanpa terkecuali dari chase untuk dibersihkan dari kotoran dan debu. Adapun standar urutan melepas kompnen PC adalah :

    1. Melepas Chase
    2. Power supply. Melepas power supply dan seluruh konektor yang tertaut pada Hard Drives dan Motherboard.

      Melepas power supply

      Melepas power supply

    3. Melepas Hard drives. Hard drives meliputi :
      • Optical drives (CD drive atauDVD drive)
      • Hard drive (hard disk)
    4. Motherboard. Melepas motherboard meliputi :
      • melepas kabel pada front panel
      • melepas dan mengeluarkan motherboard dari chase
      • Melepas memori dan processor dari motherboard.
         
        Melepas memori

        Melepas memori


        Melepas Processor

        Melepas Processor

    5. Membersihkan semua komponen PC
       
      membersihkan memori

      membersihkan memori

      membersihkan processor

      membersihkan processor

      membersihkan kipas proc

      membersihkan kipas proc

      membersihkan ventilasi PS

      membersihkan ventilasi PS

      membersihkan konektor PS

      membersihkan konektor PS

      membersihkan kipas PS

      membersihkan kipas PS

      membersihkan Hard disk

      membersihkan Hard disk

      membersihkan konektor harddisk

      membersihkan konektor harddisk

      Membersihkan motherboard

      Membersihkan motherboard

    6. Analisis visual penampakan komponen PC. Dari hasil analisis visual, dimungkinkan dapat diketahui adanya komponen yang rusak secara fisik/terbakar

     

    LANGKAH 2. Mencatat spsifikasi hardware pada PC

    Spesifikasi hardware pada PC yang meliputi merk dan kapasitas perlu diidentifikasi. Ini diperlukan untuk menjamin bahwa hardware dari PC  konsumen tidak tertukar dengan hardware dari PC lain. Ada beberapa cara dalam melihat spesifikasi hardware pada PC, diantaranya :

    1. Jika PC tidak hidup, lakukan dengan cara manual dengan langsung melihat spesifikasi komponen saat melakukan perawatan PC. Pencatatan spesifikasi harus sesuai dengan yang tertera pada label komponen. Catat pada lembar chek list PC (untuk men-download sudah tersedia di bawah).
    2. Melalui proses POST (Power on Selft Test) pada saat komputer melakukan Cold Boot. Untuk menghentikan proses boot, sehingga kita dapat melihat proses yang terjadi dengan cara menekan tombol pause pada keyboard.

      tombol

      tombol “pause” pada keyboard

    3. Melihat spesifikasi hardware menggunakan sebuah software. Langkah ini bisa dilakukan jika komputer masih bisa masuk ke dalam sistem operasi baik secara normal atau melalui “safe mode”  pada sistem operasi windows. Ada beberapa cara untuk melihat spesifikasi hardware menggunakan software yaitu :
      • System information. Pada windows XP atau windows 7, dengan cara klik : Start →run →ketik “msinfo32.exe”, sehingga muncul kotak seperti di bawah ini.  Kemudian pilih menu →sumarry

        membuka kotak system information

      • dxdiag. Pada windows XP atau Windows 7 dapat dilakukan dengan cara klik :  Start →run ketik “dxdiag”→ok.

        membuka jendela dxdiag

      • Device Manager dengan cara : Start →control panel → system → hardware → device manager.
         
        kotak control panel

        kotak control panel

        kotak system

        kotak system

      kotak device manager

      kotak device manager

    4. Jika anda memiliki software windows tools misal : CPU-Z, tune up utilities, Windows doctor, norton utilities, AVG-Tune up dll, anda bisa melihatnya pada menu system informations.

     
    Catat dan tuliskan pada report sheet seperti pada link berikut tabel checklist pc. Ini berfungsi saat kita mau melakukan diagnosis kerusakan PC

    LANGKAH 3. Pengecekan Power Supply

    Sebelum kita menuju pada proses mendiagnosis permasalahan pada PC, lakukan pengecekan Power Supply. Mengapa demikian ? yang perlu diingat bahwa sumber arus atau sumber tegangan atau sumber daya sebuah PC berasal dari sebuah Power Supply. Awet tidaknya PC anda tergantung dari sebuah Power Supply. Sebagian besar kerusakan PC dikarenakan suplai tegangan dari power supply tidak stabil. Ciri yang paling mudah jika suplai tegangan PC anda tidak stabil adalah seringnya memori PC bermasalah.

    Power Supply

    Power Supply

    Sebuah Power Supply memiliki standar tegangan baku pada setiap kabel outputnya. Tegangan output pada setiap warna kabel berbeda-beda. Dan jika dari hasil pengukuran tegangan power supply tersebut terlalu banyak menyimpang, maka dapat dipastikan PC anda lambat laun akan bermasalah. Untuk standar tegangan baku dari sebuah power supply dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

    Warna Kabel Standar Tegangan Toleransi pengukuran Range tegangan yang diijinkan
    Kuning +12 Vdc 5% +11,4 Vdc s/d +12,6 Vdc
    Merah +5 Vdc +4,75 Vdc s/d +5,25 Vdc
    Orange +3,3 Vdc +3,1 Vdc s/d +3,4 Vdc
    Ungu +5 Vdc VSB +4,5 Vdc s/d +5,5 Vdc
    Biru -12 Vdc 10% +10,8 Vdc s/d +13,2 Vdc
    Hitam Ground
    Hijau Power On
    Abu-abu

    Jika hasil dari pengukuran Power Supply tidak sesuai dalam range tegangan yang diijinkan, maka power supply tersebut dinyatakan “RUSAK” !

    Studi kasus

    Kasus :

    1. tegangan output dari power supply tidak sesuai dengan range tegangan yang diijinkan
    2. Ada kerusakan RAM/memori pada PC
    Penyelesaian :
    penggantian RAM/memori
    Analisis :
    PC dapat hidup sementara waktu, tetapi tidak berumur panjang dan akan rusak kembali, ini disebabkan karena sumber masalah adalah Power Supply yang memiliki tegangan keluaran tidak sesuai dengan tegangan yang diijinkan

    Jika ternyata Power Supply tidak bermasalah maka kita teruskan pada langkah selanjutnya.

    LANGKAH 4. BOOT
    Proses urutan Boot :

    Power On Self Test (POST)

    Seperti halnya seorang dokter, sebelum dokter mendiagnosis penyakit apa yang diderita oleh pasien, sebelumnya pasti dokter melakukan pemeriksaan tahap awal. Hal ini sama pada saat kita akan memperbaiki komputer. Sebagai tahap awal pemeriksaan kita harus melakukan pengecekan awal. Pengecekan awal untuk mendiagnosis permasalahan pada komputer adalah dengan memperhatikan proses POST yang terjadi. Karena dalam proses POST kita bisa mengetahui permasalahan awal yang timbul. Hal pertama ketika PC booting adalah akan melakukan proses POST Power-On-self Test dalam waktu yang singkat.POST adalah built-in program diagnostik yang memeriksa hardware anda untuk memastikan bahwa semuanya komponen ada dan berfungsi dengan baik, sebelum memulai boot BIOS yang sebenarnya. Hal ini kemudian berlanjut dengan tes tambahan sebagai proses boot lanjutan. POST berjalan sangat cepat, dan Anda biasanya anda tidak menyadari proses itu sudah terjadi – kecuali ia menemukan masalah. Anda mungkin pernah mengalami saat PC diaktifkan, mengeluarkan suara ‘bip’ dan kemudian berhenti tanpa booting up. Itu adalah salah satu proses POST yang menandakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan mesin anda. Pola-pola bip dapat digunakan untuk mendiagnosa masalah hardware yang terjadi pada PC Anda. Pola yang tepat tergantung pada pembuat BIOS, yang paling umum adalah Award BIOS dan AMI.

    Master Boot Record (MBR)

    Bila Anda menghidupkan PC, prosesor harus mulai memproses.  Untuk memastikan bahwa PC selalu dapat boot terlepas dari BIOS di mesin, pembuat chip dan produsen BIOS mengatur sehingga prosesor, sekali diaktifkan, selalu mulai dijalankan di tempat yang sama, yaitu pada alamat FFFF0h.

    Setiap hard disk harus memiliki “titik awal” yang konsisten di mana informasi penting yang disimpan tentang disk. Ada juga suatu titik tempat bahwa BIOS dapat memuat program boot awal untuk memulai proses loading sistem operasi. Tempat dimana informasi ini disimpan yang dinamakan master boot record (MBR). Hal ini juga kadang-kadang disebut master boot sektor.

    Master boot record selalu terletak di, kepala silinder 0, 0 dan sektor 1, sektor pertama pada disk. Ini adalah “titik awal”  saat disk pertama kali diakses.  master boot record berisi struktur berikut:

    1. Master Partition TableTabel kecil pada hard disk yang berisi informasi tentang susunan partisi yang ada pada harddisk. Harddisk hanya memiliki 4 informasi partisi. Oleh karena itu, hard disk hanya dapat memiliki empat partisi yaitu  master parition table, primer partition, logical partition logical, dan extended. Salah satu partisi tersebut ditandai sebagai partisi aktif, yang digunakan sebagai boot up komputer.
    2. Master Boot CodeMaster boot record berisi program boot awal yang kecil dimana BIOS akan mengeksekusi mengeksekusinya untuk memulai proses boot. Program ini menyimpan dimana program boot diletakkan  pada partisi aktif untuk selanjutnya digunakan untuk booting PC.

     
    Karena pentingnya informasi yang tersimpan dalam master boot record, jika pernah terjadi kerusakan yang serius, maka harddisk dapat kehilangan data. Ini adalah tempat favorit bagi virus, karena kode master boot adalah program pertama yang dijalankan ketika anda menghidupkan PC Anda.

    Mendiagnosis PC sangat diperlukan untuk melokalisir permasalahan/kerusakan yang terjadi pada PC, sehingga kita dapat menentukan perbaikan atau alat ukur apa yang dapat digunakan. Seperti halnya seorang dokter yang mendiagnosis sakit melalui gejala sakit yang muncul, baru dapat menentukan obatnya. Adapun cara untuk melakukan diagnosis ada beberapa cara diantaranya :

    1. Cold Boot dan POST SummaryKadang-kadang kita terlalu mengabaikan proses booting komputer (cold boot) karena terlalu cepat tampilannya. Padahal dari proses boot itulah kita dapat mengetahui apakah kondisi komputer kita bekerja dengan baik atau tidak. Untuk menghentikan proses boot yang terlalu cepat itu kita bisa menggunakan tombol pause pada keyboard dan tombol space untuk menjalankannya kembali. Pada proses cold boot dan POST summary pada layar monitor kita bisa melihat dan melakukan pengecekan PC tahap awal, dikarenakan komputer akan melakukan pengecekan kinerja dirinya sendiri, dengan urutan pengecekan : power supply (untuk jenis mainboard tertentu, di dalam menu bios ada fasilitas untuk melihat apakah tegangan keluaran dari power supply bermasalah atau tidak), BIOS manufactured (Ini biasanya ditemukan di lokasi FFFF0h, tepat di akhir memori sistem. BIOS), CMOS, CPU, VGA, Memory, keyboard, dan Harddrive (CD ROM dan Harddisk) .Jika salah satu dari hardware di atas mengalami masalah, maka komputer akan menunjukkan gejala baik dari penampakan pesan pada layar atau berupa kode beep.cold boot
    2. Beep Code berdasarkan BIOS manufacturedBIOS memliki kekhasan dalam memberikan kode kesalahan PC berdasarkan kode yang dibuat oleh pabrikan. Setiap kesalahan yang terjadi pada peripheralnya, PC akan mengkodekan kesalahan itu dalam bentuk bunyi beep sehingga bisa diterjemahkan oleh penggunanya untuk segera melakukan maintenance atau repairing. Kode beep ini dibedakan berdasarkan pabrikan pembuatnya. Sampai saat ini ada 5 pabrikan pembuat firmware yang tersurat dalam nama BIOS yaitu : AMI bios, AWARD bios, IBM bios, PHOENIX bios dan MACHINTOSH bios. Masing-masing jenis BIOS tersebut memiliki kekhasan kode beep kesalahan PC sendiri-sendiri. Untuk mengetahui kode beep tersebut dapat dilihat pada alamat http://www.computerhope.com/beep.htm.
    3. Penampakan layar monitorMelalui proses POST, kita dapat mengetahui apakah kondisi Hardware PC dalam kondisi normal atau tidak melalui gejala/pesan yang muncul. Misalnya :
      • Keyboard error : menandakan ada permasalah pada keyboard atau sambungannya
      • CMOS checksum error :menandakan bahwa baterai CMOS sudah mulai melemah/habis
      • Please insert disk boot : tidak diketemukannya disk untuk melakukan booting ke sistem operasi tertentu
      • Disk boot failure, insert system disk and press anter : komputer tidak bisa membaca sistem operasi yang sudah terinstall pada harddisk
      • Pesan yang lain dapat dilihat di alamat http://www.pcguide.com/ts/x/sys/booterr.htm

     
    Sistem Operasi
    Seperti yang telah dijelaskan di atas, kita bisa mengetahui letak permasalahan/kerusakan sistem PC melalui beberapa cara, salah satunya melalui proses POST. Selain itu kita juga dapat menggunakan software untuk menganalisa permasalahan/kerusakan sistem PC.

    1. Analisa permasalahan/kerusakan PC melalui proses POST, jika PC tidak bisa masuk kedalam Sistem Operasi
    2. Analisa permasalahan/kerusakan PC menggunakan software, jika PC bisa masuk ke dalam Sistem Operasi

     
    Ada beberapa cara untuk menganalisa permasalahan/kerusakan PC menggunakan software, yaitu :

    1. Device Manager
    2. Windows tools (tune up utilities, AVG tune up, windows doctor dll)
    3. Help and Support

     
    Terkhusus untuk Help and Support kita bisa mengetahui beberapa yaitu :

    1. Hardware resources, yang didalamnya terdapat menu forced hardware, pada System Information. “forced hardware” adalah setiap perangkat dimana konfigurasinya harus menggunakan cara manual atau yang memiliki sumber daya yang ditentukan pengguna, dikarena bertentangan dengan sumber daya sistem tertentu. Kategori “forced hardware” juga berlaku untuk perangkat yang tidak Plug and Play yang tidak kompatibel. Jika ada konflik dengan perangkat keras coba dikonfigurasi secara manual, gunakan Device Manager untuk mencari dan memecahkan masalah.
    2. Components, di dalamnya terdapat menu “problem devices” yang terletak di kategori Komponen System Information. Ini menampilkan informasi, termasuk ID perangkat dan kode error, tentang perangkat/komponenyang mungkin punya masalah. Anda dapat menggunakan Device Manager untuk mencari dan memecahkan masalah perangkat. Komponen yang berkaitan dengan problem device ini meliputi : multimedia, CD/DVD-ROM, sound device, display, infrared, input, modem, network, ports, storage, printing component, dan USB.
    3. Software Environment, di dalamnya terdapat menu signed drivers. Signed Drivers adalah device driver yang mengesahkan bahwa driver yang digunakan sudah terlisensi oleh microsoft dalam bentuk tanda tangan digital. Sebuah tanda tangan digital adalah tanda keamanan elektronik yang dapat menunjukkan penerbit perangkat lunak, atau apakah seseorang telah mengubah isi asli dari paket driver. Jika driver telah ditandatangani oleh penerbit yang telah diverifikasi identitasnya dengan otoritas sertifikasi, anda dapat yakin bahwa driver tersebut sebenarnya berasal dari penerbit dan belum mengalami perubahan. Windows akan mengingatkan anda jika ada driver yang tidak ditandatangani oleh penerbit yang belum diverifikasi jati dirinya dengan otoritas sertifikasi, atau telah diubah sejak dirilis. Selain itu, pada software enviroment juga terdapat menu “windows error reporting”. Windows Error Reporting (Wer) adalah satu set teknologi perangkat lunak dari Windows yang digunakan untuk mendeteksi crash dan hang yang terjadi pada windows dan melaporkannya kepada vendor pengembang hardware atau software yang membuat. Melalui WER ini vendor perangkat keras dapat mengakses laporan ini dalam rangka untuk menganalisa, memperbaiki dan menanggapi masalah ini.

     
    LANGKAH 5. Menentukan alat bantu/tools kit yang digunakan

    Berdasarkan kesalahan yang muncul dari penampakan pada gejala/pesan yang muncul pada layar dan melalui kode beep, kita bisa melokalisir kemungkinan kesalahan yang terjadi pada peripheral PC. Untuk mempersempit lokal kesalahan peripheral PC, kita dapat menggunakan beberapa alat bantu/tools kit untuk mempermudah kita dalam mendiagnosis kesalahan, diantaranya :

    1. Power Supply Checker
    2. Mainboard Cheker
    3. Multimeter

     

    Penugasan praktik laboratorium

    Lakukan pendataan spesifikasi hardware pada PC yang bermasalah atau yang mengalami kerusakan menggunakan tabel checklist pc


Penulis: cahyokrisma

Saya seorang guru di sekolah Swasta di SMK Kristen 5 Klaten. Saya memiliki seorang istri dengan nama Natalie Putri dan seorang anak dengan nama Nucleo Dian Nagari Putro Nugroho. Saya tinggal di di sebuah kota di daerah Jawa Tengah tepatnya di daerah Klaten dengan alamat Perum Griya Husada Permai Blok D3, RW 10 RT 01, Kec. Klaten Selatan, Kab. Klaten, 57424

3 thoughts on “Menjelaskan langkah perbaikan PC yang bermasalah

  1. makasih atas penjelasanya , klo pc sering restart knapa ya (bsod),

    Suka

    • maaf lama ndak bersua. klo PC sering restart, itu ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama karena prcessor over heating, atau sistem operasi (windows/linux/mac) bermasalah

      Suka

    • Ada beberapa kemungkinan PC sering mengalami restart :

      Pertama dimungkinkan karena CPU/Processor mengalami over heating/processor panas berlebih. Perlu diingat bahwa processor memiliki fasilitas untuk memproteksi dirinya dari kerusakan panas berlebih dengan menunjukkan gejala komputer restart. Untuk itu kita perlu melakukan beberapa pengecekan 1} apakah heatsink benar-benar menempel dengan erat pada processor sebab jika tidak … panas processor tidak tersalurkan dengan sempurna pada heatsink. 2) Ada sebagian kasus karena kaki pengunci heatsink patah, mengakibatkan permukaan heatsink tidak menempel erat pada processor. 3) dikarenakan thermal compound pada processor sudah kering, sehingga kita perlu untuk membersihkan thermal compound yang sudah kering pada permukaan processor dan heatsink, kemudian mengolesi kembali dengan thermal compound yang baru. 4) dimungkinkan fan processor yang melekat pada heatsink sudah melemah putarannya, sehingga perlu kita beri pelumas atau WD pada poros putaran kipas atau dengan mengganti dengan paket fan+heatsink baru.

      Kedua dimungkinkan sistem operasi komputer yang bermasalah. Kasus yang paling sering terjadi dikarenakan file NTLDR pada windows hilang dikarenakan tingkah beberapa virus komputer yang merugikan menghapus atau menghilangkan path file tersebut. Perlu diingat bahwa file NTLDR berisi tabel partisi, partisi mana yang di set aktif sebagai first boot dan yang mana sebagai partisi extended (perluasan). Untuk mengatasi hal tersebut hal yang paling mumpuni adalah dengan menginstall ulang windows.

      Ketiga dimungkinkan konfigurasi yang salah pada BIOS setup. Pada beberapa jenis BIOS Motherboaard ada salah satu menu yang mengatur tentang otomatisasi proteksi processor terhadap panas maksimum dengan mengubah nilai suhu maksimum processor. Jika pada BIOS setup kita mengkonfigurasi suhu maksimum processor adalah 55 derajat, maka saat kita mengoperasikan komputer, suhu processor sudah mencapai 55 derajat, maka secara otomatis komputer akan restart dengan sendirinya. Sehingga kita perlu mengganti nilai suhu maksimum processor dengan angka lebih tinggi. Untuk keamanan processor paling tidak kita memberikan nilai 60-75 derajat.

      Untuk komputer yang sering restart dikarenakan over heating processor, seharusnya kita bersyukur. Itu dikarenakan proteksi internal processor untuk menghindari kerusakan yang lebih fatal . Pilih mana ? mengganti paket heatsink + fan atau mengganti processor dengan processor yang baru ?

      Disukai oleh 1 orang

Terima Kasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s